Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

Contoh Rumusan Masalah Penelitian Deskriptif, Komparatif, dan Asosiatif

Dalam menyusun sebuah penelitian, terlebih dahulu harus mengenali macam-macam penelitian yang ada. Setelah kenal dan memahami macam-macam penelitian maka selanjutnya menentukan topik/judul dengan mencari masalah yang akan diteliti. Untuk pemula terkadang masih sering mengalamai kesulitan dalam menyusun dan membedakan antara penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Sebenarnya sangat mudah untuk membuat rumusan masalah penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Sebagai contoh berikut ada beberapa rumusan masalah penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif yang bisa menjadi referensi untuk menyusun penelitian serupa.

Deskriptif
Judul
Mendeskripsikan jumlah kemiskinan berdasarkan inventarisasi barang/benda yang ada di rumah
Latar belakang
Seiring berjalannya waktu, identifikasi kemiskinan semakin sulit. Kaya dan miskin hampir susah untuk membedakan. Kaya mendapat bantuan dan terkadang miskin terlupakan. Ini merupakan fenomena yang seharusnya diubah, agar kehidupan masyarakat lebih adil dan sejahtera.
Rumusan Masalah
Seberapa besar jumlah warga miskin berdasarkan kepemilikan sepeda motor?
Rumusan Tujuan
Memberikan/menyajikan data kepada pegawai desa untuk engambilan keputusan perihal bantuan untuk warga miskin, agar pembagiannya lebih merata

Komparatif
Judul
Perbedaan kwalitas hasil service di bengkel resmi dan bengkel belum tersertifikasi
Latar belakang
Seiring berjalannya waktu, mencari bengkel yang berkualitas semakin sulit. Banyak bengkel muncul di pinggir jalan, tanpa memperhatikan kompetensi mereka. Sehingga memerlukan informasi lebih tentang bengkel-bengkel tersebut, agar masyarakat tidak salah pilih dan bisa merasakan kwalitas hasil service yang baik.
Rumusan Masalah
Apakah perbedaan antara kwalitas hasil service kendaraan bermnotor di bengkel resmi dengan bengkel yang belum tersertifikasi?
Rumusan Tujuan
Mengetahui kwalitas hasil service kendaraan bermotor di bengkel resmi dengan bengkel yang belum tersertifikasi.

Asosiatif
Judul
Hubungan antara pacar dengan prestasi belajar
Latar belakang
Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menganggap bahwa pacaran itu adalah trend masa kini, kebutuhan yang harus dipenuhi dan jika tidak mempunyai pacar adalah orang tidak gaul. Dan bisa mempengaruhi hasil prestasi belajar. Penulis ingin tahu realita yang ada seperti apa, agar masyarakat juga menetahui kebenaran yang ada.
Rumusan Masalah
Seberapa besar pengaruh pacar tehadap prestasi belajar
Rumusan Tujuan
Mengetahui seberapa besar pengaruh pacar terhadap prestasi belajar

Deskriptif
Judul
Penelitian jumlah penduduk di desa Sendang kec. Penampi’an kab. Tulung Agung berdasarkan mata pencaharianya.
Latar Belakang
Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang diputuskan tanpa observasi si lapangan menyebabkan kebijakan tersebut sering tidak tepat sasaran, maka dari itu diperlukan sebuah penelitian di lapangan sebelum adanya pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah khususnya dan pemerintah pusat umumnya, maka dari itu pemerintah perlu mengetahui jumlah penduduk di desa Sendang kec. Penampi’an kab. Tulung Agung  berdasarkan mata pencaharianya untuk menjadi acuan dalam pembuatan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rumusan MasalahMendeskripsikan jumlah penduduk di desa Sendang kec. Penampi’an kab. Tulung Agung berdasarkan mata pencaharianya?
Rumusan Tujuan
Menyajikan data kepada pemerintah khususnya kab. Tulung Agung dan pemerintah pusat umumnya untuk nantinya dapat mengambil kebijakan yang sesuai dengan keadaan mata pencaharian masyarakat sebagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa Sendang kec. Penampi’an kab. Tulung Agung

Komparatif
Latar Belakang
Dewasa ini masyarakat sangat menggemari hasil tambang emas sebagai media investasi dana mereka untuk jangka panjang karena harga emas cenderung terus meningkat, maka dari itu jasa penambangan emas harus mengetahui perbeadaan kualitas hasil penambangan emas antara metode penambangan tradisional dengan modern (mesin) sehingga dapat diketahui hasil tambang emas mana yang lebih bagus dan dapat mengahasilkan emas dengan kualitas yang baik.
Judul
Perbedaan kualitas hasil penambangan emas antara metode penambangan tradisional dengan modern (mesin).
Rumusan Masalah
Apakah ada perbedaan kualitas hasil penambangan emas antara metode penambangan tradisional dengan modern (mesin)?
Rumusan Tujuan
Menyajikan data kualitas hasil penambangan emas antara metode penambangan tradisional dengan mkodern (mesin) sehingga diketahui metode penambangan yang efektif untuk menghasilkan emas dengan kualitas baik.

Asosiatif (Hubungan Kausal)
Latar Belakang
Semangat dalam bekerja sangatlah diperlukan dan merupakan salah satu faktor terpenting yang dapat memengaharui kualitas dan prestasi kerja maka dari itu kita perlu untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara keadaan kesenangan hati dengan semangat dalam bekerja sehingga kita dapat menempatkan suasana hati dengan baik agar kualitas dan prestasi kerja meningkat.
Judul
Hubungan antara suasana kesenangan hati dengan semangat dalam bekerja.
Rumusan Masalah
Seberapa besar hubungan antara suasana kesenangan hati dengan semangat dalam bekerja?
Rumusan Tujuan
Menyajikan informasi berupa tanggapan dari sejumlah responden dengan menggunakan angket mengenai hubungan antara suasana kesenangan hati dengan semangat dalam bekerja.

Minggu, 25 Januari 2015

Tips & Trick Mengerjakan Skripsi dengan Mudah dan Cepat

Setelah sebelumnya kita membahas bagaimana strategi pengelolaan waktu skripsi selanjutnya untuk memudahkan perngerjaan skripsi berikut ada tips & trick sederhana bagaimana mengerjakan skripsi dengan mudah dan cepat. Karena skripsi itu mudah kenapa dipersulit :-D

tips & trick skripsi
Skripsi oh Skripsi


TIPS & TRICK SKRIPSI NO. 1
Kenali ritme bekerja Anda sendiri dan manfaatkan itu secara maksimal. Sebagai contoh, dari beberapa survey awal, mahasiswa laki-laki lebih banyak mengerjakan skripsi di saat sore hingga malam (atau pagi hari), sedangkan mahasiswa perempuan lebih banyak mengerjakan skripsi di saat pagi hingga siang hari.


TIPS & TRICK SKRIPSI NO. 2
Bagi mahasiswa yang mengerjakan skripsi sambil bekerja, pastikan bahwa Anda memiliki manajemen waktu yang proporsional. Anda harus memberikan prioritas utama kepada skripsi karena prospek berkarir setelah lulus akan lebih menjanjikan dibandingkan jika Anda belum lulus.

TIPS & TRICK SKRIPSI NO. 3
Untuk banyak kasus, mahasiswa yang pertama kali lulus di angkatannya bukanlah mahasiswa yang paling pintar dengan IPK tertinggi namun yang paling rajin dan gigih. Dalam skripsi, Anda lebih membutuhkan determinasi dan kerja keras, dibandingkan (hanya) kepintaran.

TIPS & TRICK SKRIPSI NO. 4
Buatlah timeline pengerjaan skripsi yang Anda kelola sendiri. Sebagai panduan awal, Anda bisa mengikuti jadwal perkuliahan (14 minggu) dan memastikan bahwa Anda melakukan proses konsultasi rutin setiap minggunya seakan-akan Anda sedang kuliah. Pastikan Anda mengikuti jadwal tersebut dengan disiplin tinggi. Demikian Tips & Trick Mengerjakan Skripsi dengan Mudah dan Cepat.


Jumat, 16 Januari 2015

Cara Pengerjaan Skripsi dengan Target Waktu Empat Bulan

Dalam masa waktu lima hingga enam bulan, sebuah skripsi dapat dieksekusi. Tentunya banyak faktor yang ikut menentukan proses ini. Ketika seorang mahasiswa secara konsisten mengikuti modul ini, maka diharapkan target yang diinginkan dapat tercapai. Namun seringkali terdapat faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan oleh mahasiswa sehingga menghambat timeline pengerjaan skripsi, misalnya dosen yang tidak dapat bersinergi dengan target waktu akibat kesibukan, masalah perolehan data, maupun kendala teknis lainnya. Tahap yang harus dilakukan dalam masa pengerjaan skripsi adalah:
1. Berkonsultasi dengan dosen pembimbing
2. Mengerjakan secara sinergi dan proaktif
3. Melaksanakan Seminar Proposal
4. Revisi Seminar Proposal
5. Mengumpulkan data dan menulis hingga akhir
6. Melaksanakan Ujian Komprehensif
7. Revisi Ujian Komprehensif

skripsi oh skripsi


1.  Berkonsultasi dengan dosen pembimbing
Dalam peraturan bimbingan skripsi, mahasiswa mendapatkan sejumlah kesempatan untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Manfaatkan pertemuan ini dengan maksimal sehingga dapat mendukung dan mendorong penyelesain skripsi mahasiswa.

2.  Mengerjakan secara sinergi dan proaktif
Mengerjakan secara sinergi dan proaktif artinya selalu mengejar bola dan jangan sampai bolanya di mahasiswa. Arti ungkapan tersebut adalah hasil dari konsultasi dan bimbingan harus segera diselesaikan revisinya dan segera kembalikan lagi ke dosen. Mengerjakan skripsi menjadi mudah dan cepat selesai bila mahasiswa memiliki keuletan, ketekunan, dan pantang menyerah.

3.  Melaksanakan Seminar Proposal
Target awal dari konsultasi awal adalah melaksanakan seminar proposal (Sempro). Segera setelah mendapatkan persetujuan untuk menyelenggarakan Sempro, urus masalah admninistrasi dan segera berkoordinasi dengan Pembimbing I dan II atas pelaksanaan ujian. Persiapkan ujian Sempro sebaik-baiknya sehingga mahasiswa siap dan harapannya tidak harus melaksanakan revisi major. Revisi yang cukup besar akan berimbas pada waktu yang lebih banyak untuk melakukan revisi.

4.  Revisi Seminar Proposal
Segera setelah selesai ujian Sempro dan memperoleh revisi yang harus dilakukan, mahasiswa hendaknya menyelesaikan revisi tersebut dan mendiskusikan dengan pembimbing II. Tidak ada salahnya dalam revisi tersebut juga mahasiswa dapat melanjutkan tulisannya setelah mendapatkan masukan dari Sempro.

5.  Mengumpulkan data dan menulis hingga akhir
Setelah persetujuan revisi, mahasiswa dapat melanjutkan pengumpulan data dan penulisan skripsi hingga akhir. Target menyelesaikan adalah empat bulan sehingga mahasiswa harus menjalankan strateginya untuk memenuhi target ini.

6.  Melaksanakan Ujian Komprehensif
Jangan pernah menyerah untuk memperbaiki penulisan skripsi hingga pada akhirnya Dosen Pembimbing menyetujui pelaksanaan Ujian Komprehensif. Segera urus administrasi setelah mendapatkan persetujuan ini. Serahkan naskah skripsi kepada Dosen Pembimbing dan Penguji sesegera mungkin dan persiapkan ujian dengan sebaik-baiknya.

7. Revisi Ujian Komprehensif
Setelah ujian Komprehensif, menjadi masa yang laten karena mahasiswa berpikir bahwa pengerjaan skripsinya sudah selesai. Beberapa mahasiswa yang lain mengalami keterpurukan akibat pengujian yang “sadis” seringkali menjadi alasan mahasiswa tidak melakasanakan revisi Ujian Komprehensif. Mahasiswa harus mewaspadai situasi ini. Jalan menuju “garis finish” sudah dekat sehingga segera laksanakan revisi sehingga nilai skripsi dapat resmi dikeluarkan.

Jadwal pengerjaan skripsi
Selanjutnya jika sudah merencanakan semua diatas silahkan baca artikel selanjutnya tentang trick dan tips mengerjakan skripsi dengan cepat dan mudah

Kamis, 15 Januari 2015

Bagaimana Strategi Pengelolaan Waktu Pengerjaan Skripsi Agar Cepat Selesai?

Salah satu hal yang menjadi masalah utama dalam penulisan skripsi adalah manajemen waktu. Hal ini terjadi karena seringkali, proyek pengerjaan skripsi diserahkan kepada mahasiswa dengan memberikan kebebasan waktu. Mahasiswa tidak diberikan batas waktu yang jelas untuk menyelesaikannya kecuali hingga masa akhir studi. Kondisi ini membuat mahasiswa menjadi lengah dan tidak memiliki kendali waktu yang jelas. Sebuah skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai tepat waktu sehingga menjadi penting untuk dipertimbangkan bahwa strategi menjalankan skripsi juga harus diikuti dengan strategi manajemen waktu yang tepat. Modul ini akan menjelaskan perencanaan manajemen waktu yang dapat disusun oleh mahasiswa dalam pelaksanaan pengerjaan skripsi sehingga dapat diselesaikan dengan cepat. Ketepatan dan kecepatan pengerjaan skripsi juga berimplikasi pada nilai akhir dan kualitas lulusan. 

skripsi


Perkiraan penyelesaian skripsi yang ideal sebenarnya dapat diselesaikan selama kurang lebih satu semester atau enam bulan. Namun hal ini dapat diwujudkan bila mahasiswa memiliki target penyelesaian pada manajemen waktu yang jelas dan komitmen pada rencana tersebut. Terdapat tiga periode hal penting dalam satu semester proyek skripsi tersebut yaitu pra, masa pengerjaan, dan pasca dengan ideal rentang waktu sebagai berikut:

Berikut ini adalah berbagai hal yang harus dilakukan dalam tiap periode tersebut.
Setelah seorang mahasiswa meneguhkan niatnya untuk memulai proyek pengerjaan skripsi, maka terdapat beberapa hal yang harus dilakukan dalam masa pra pengerjaan skripsi. Beberapa hal yang dapat dilakukan maksimal selama satu bulan tersebut, antara lain:
1. Memilih tema dan membuat outline
2. Menyelesaikan urusan administrasi
3. Mengajukan dosen pembimbing
4. Mengumpulkan informasi awal terkait isu dan mengumpulkan link website yang terkait

1. Memilih Tema dan Membuat Outline
Berbekal kuliah selama kurang lebih tiga atau empat tahun, seorang mahasiswa diharapkan telah memahami berbagai isu dan metodologi dari studi yang telah ditempuh secara komprehensif. Sebuah skripsi merupakan pembuktian atas pemahaman tersebut. Sebagian orang berpikir bahwa memilih tema adalah pekerjaan yang mudah tapi sebagian lagi membutuhkan waktu dan pemikiran yang berlebih untuk menemukan tema yang sesuai. Masalah ini disebabkan oleh keterbatasan sumber data, waktu, dan pengetahuan.
Mahasiswa sebaiknya mulai dapat menentukan tema yang paling diminati dan dikuasai, diutamakan sesuai dengan kompetensi bidang yang telah ditempuh. Secara ideal, skripsi dapat menjawab sebuah isu penelitian hingga menemukan hasil akhir sesuai dengan keingin tahuan mahasiswa tetapi mahasiswa juga harus memperhatikan kondisi pragmatis atas ketersediaan data dan keterbatasann waktu.
Apabila mahasiswa sudah mampu merumuskan tema, maka mulai mengkonkritkan tena tersebut dalam sebuah outline. Outline adalah deskripsi dari sebuah tema sehingga pembaca dapat menangkap lebih jelas fenomena yang diamati dan tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian tersebut. Outline ditulis secara ringkas yaitu satu atau dua halaman saja. Umumnya sistematika outline terdiri dari:
a. Judul/Tema
b. Latar Belakang
c. Rumusan Masalah atau Pertanyaan Penelitian
d. Metode dan Teori yang akan dipakai
e. Hipotesis

2.  Menyelesaikan Urusan Administrasi
Salah satu hal yang tidak kalah penting adalah menyelesaikan urusan administrasi. Mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan ini. Program Studi sudah memiliki manual prosedur yang jelas atas langkah-langkah administrasi apa saja yang perlu dilakukan. Pastikan mahasiswa memiliki check list sehingga membantu menempuh birokrasi administrasi tanpa terlewat. Langkah administratif terkait pengerjaan skripsi dapat diminta di bagian akademik. Mahasiswa sudah harus mengetahui proses administrasi terkait skripsi sebelum memasuki proses bimbingan skripsi. Jangan sampai masalah yang kecil dan sepele justru menghambat hal yang lebih substansial.
Terkait administrasi, mahasiswa juga perlu mepertimbangkan dengan tepat kapan sebaiknya memprogram skripsi di dalam Kartu Rencana Studi-nya. Waktu paling tepat untuk memprogram skripsi adalah setelah mahasiswa menyelesaikan semua mata kuliahnya termasuk Praktek Kerja Nyata (PKN). Pemrograman ini sebaiknya langsung diikuti dengan pengerjaan skripsi karena berdasarkan aturan Program Studi, masa bimbingan adalah maksimal 2 (dua) semester dan tidak dapat diperpanjang. Karenanya, mahasiswa harus memastikan bahwa pemrograman skripsi tidak dilakukan terlalu cepat atau terlalu lambat. Jika mahasiswa menyelesaikan seluruh mata kuliah tepat waktu, yakni dalam 6 semester dan telah  melaksanakan PKN dan menyusun laporannya di masa liburan semester 6 dan 7, maka waktu paling tepat untuk memprogram skripsi adalah pada semester 7 sehingga mahasiswa bisa lulus 3,5 tahun. Namun jika mahasiswa masih melaksanakan PKN pada semester 7 atau masih mengerjakan laporan PKN, maka skripsi sebaiknya diprogram pada semester 8. Jika mahasiswa ingin mengulang mata kuliah bersamaan dengan pengerjaan/pemrograman skripsi, maka pastikan bahwa mata kuliah tersebut tidak akan terlalu membebani pengerjaan skripsi.  

3.  Mengajukan Dosen Pembimbing Skripsi
Setelah outline dan proses administrasi selesai, mahasiswa mengajukan Dosen Pembimbing Skripsi ke Program Studi. Melalui mekanisme rapat Program Studi, akan diputuskan nama-nama Dosen Pembimbing Satu dan Pembimbing Dua. Segera setelah mendapatkan nama Dosen Pembimbing, serahkan Surat Tugas Pembimbingan. Usahakan bahwa pertemuan awal dengan Dosen Pembimbing bukan hanya untuk menyerahkan Surat Tugas, tetapi mahasiswa sebaiknya membekali diri dan menjadikan pertemuan ini sebagai ajang konsultasi. Kenali dosen, pahami karakteristik dan area keahlian dosen yang bersangkutan hingga masalah-masalah teknis terkait dengan bimbingan dan penulisan. Pastikan hal tersebut sejak awal karena mahasiswa akan secara intensif berhubungan dengan dosen tersebut. Mengenali karakter Dosen merupakan hal yang penting karena tiap dosen memiliki pola yang berbeda.

4.  Mengumpulkan informasi awal terkait isu dan mengumpulkan link website yang terkait
Kegiatan ini dilakukan sejak awal pemilihan tema hingga akhir pelaksanaan skripsi. Berbagai macam sumber harus dieksplorasi sehingga hal ini tidak menghambat waktu penelitian.

Selanjutkan ikuti langkah bagaimana cara mengerjakan skripsi dalam waktu 4 bulan